MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY DALAM BIDANG KAJIAN KEISLAMAN
“Sebagai rektor, saya bersama dengan
para dosen dan tenaga kependidikan akan berusaha semaksimal mungkin
menjadikan perguruan tinggi kami sebagai salah satu world class university dalam bidang Islamic studies,”
kata K.H. Yudian Wahyudi, Ph.D., sebagai Rektor Universitas Islami
Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pernyataan ini atau yang
semisalnya itu dikemukakannya berulang kali dengan penuh antusiasme
dalam banyak forum, baik resmi maupun tidak resmi. Dalam hal ini, saya
memandang bahwa pernyataan beliau ini mengandung pandangan visioner dan
realistis. Mengapa visioner? Pernyataannya tersebut mengindikasikan
bahwa sebagai pemimpin perguruan tinggi beliau memiliki visi yang jelas
tentang apa-apa yang harus dilakukan selama beliau menjadi rektor dalam
waktu empat tahun kedepan. Mengapa realistis? Ya karena menjadikan UIN
Sunan Kalijaga sebagai salah satu universitas tingkat dunia dalam
seluruh bidang keilmuan sangatlah mustahil untuk direalisasikan dalam
kurun waktu empat atau delapan tahun. Namun, dengan pembatasan, yakni
kelas dunia dalam bidang kajian keislaman atau Islamic Studies, maka
cita-cita tersebut menjadi sangat realistis. Kajian keislaman, seperti
kajian al-Qur’an, Studi Hadis, Hukum Islam, Sejarah Peradaban Islam,
Dakwah, dll., telah lama dilakukan, yakni sejak berdiri institusi ini 65
tahun yang lalu. Seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
kiranya harus mau dan mampu membantunya dalam mewujudkan cita-cita
tersebut, karena dalam hal ini dibutuhkan keseriusan, kegigihan dan
komitmen bersama.
Kalau kita melihat
universitas-universitas yang memiliki rangking atas di tingkat
internasional, maka kita akan melihat bahwa universitas-universitas
tersebut telah memenuhi, antara lain, kriteria-kriteria berikut ini: (1)
karya-karya dosennya banyak dijadikan rujukan oleh banyak peneliti,
dosen, dan mahasiswa di seluruh dunia, (2) kemampuan berkomunikasi
dengan bahasa-bahasa internasional, seperti Bahasa Inggris dan Arab, (3)
temuan-temuan penelitiannya berpengaruh bagi perubahan dunia, (4)
seluruh informasi publik terkait universitas bisa diakses oleh orang
banyak di seluruh dunia, dan (5) universitas-universitas tersebut
menjadi tempat studi dan penelitian bagi para mahasiswa dari berbagai
negara.
Melihat kriteria-kritera tersebut, maka agar UIN Sunan Kalijaga ini bisa menjadi salah satu world class universities dalam bidang Islamic Studies, maka UIN Suka ini harus melakukan hal-hal berikut ini:
Pertama, peningkatan sumberdaya manusia
(SDM), baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. Dalam hal
peningkatan kualitas SDM ini, pendidikan dan peningkatan bahasa asing,
khususnya Bahasa Inggris dan Arab, menjadi sangat penting. Memberi
kesempatan kepada para dosen dan pegawai untuk mengambil kursus
bahasa-bahasa asing menjadi keharusan atas UIN Suka. Tanpa kemampuan
bahasa asing ini, mereka tidak dapat berkomunikasi dengan baik dengan stakeholders
dari negara-negara lain. Selain itu, peningkatan kualitas tenaga
pendidik harus dilakukan dalam hal penelitian dan publikasi
internasional. How to do research properly (bagaimana melakukan
penelitian secara tepat) itu sangat penting untuk dipelajari oleh para
dosen. Standar minimal metode penelitian dalam bidang Islamic Studies
yang diakui oleh dunia internasional harus menjadi bagian integral
dalam pengembangan kualitas akademik para dosen. Untuk mengetahui
standar penelitian ini, dosen, peneliti dan mahasiswa harus sering
membaca hasil-hasil penelitian para ahli Islam, baik di Dunia Barat
maupun di Dunia Islam. Terkait dengan publikasi internasional, mereka
harus mengenal academic writings yang memenuhi standar
penulisan artikel di jurnal-jurnal internasional. Bagimana seseorang
mengutip tulisan orang lain, bagaimana membuat kalimat yang concise
(singkat dan padat), bagaimana membuat parafrase yang baik, dan
bagaimana membangun argumentasi dan lain sebagainya itu sangat penting
untuk dipelajari oleh tenaga pendidik dan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.
Dalam hal peningkatan SDM ini, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. K.H.
Yudian Wahyudi, Ph.D., telah memulainya pada tahun ini (2016) dengan
program yang disebutnya dengan “Sunan Kalijaga International
Postdoctoral Fellowship” (SKIPF) yang diikuti oleh delapan dosen (UIN
Suka) yang telah menyelesaikan program doktor, dan dua ahli dalam bidang
Islamic Studies dari luar negeri.
Kedua, pembangunan infrastruktur yang
berstandar internasional. Dari sekian banyak infrastruktur yang harus
dibenahi dalam rangka menuju world class university dalam
bidang Islamic Studies, pembenahan teknologi informasi merupakan program
yang sangat mendesak. Tidak hanya perangkat keras yang dibutuhkan UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta, melainkan juga informasi publik yang bisa
diakses oleh stakeholders di tingkat internasional, seperti website
dalam bahasa Inggris dan Arab.
Ketiga, peningkatan administrasi
pendidikan yang diakui oleh dunia internasional yang pada prinsipnya
adalah, antara lain, harus memenuhi nilai-nilia, seperti effectiveness (keefektivan), efficiency (efisiensi), clarity (kejelasan), dan ketepatan waktu.
Tiga hal ini harus kita benahi bila kita ingin menjadikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu world class university dalam bidang Islamic Studies. Mari kita berjuang untuk hal ini.
Sahiron SyamsuddinWakil Rektor IIUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Daftar Pustaka
http://uin-suka.ac.id/page/kolom/detail/51/menuju-world-class-university-dalam-bidang-kajian-keislaman

Komentar
Posting Komentar